Today

15 Tempat Wisata di Pulau Siau Sulawesi Utara, Surga Tersembunyi yang Belum Banyak Dijelajahi

Hadiyansyah

15 Tempat Wisata di Pulau Siau Sulawesi Utara, Surga Tersembunyi yang Belum Banyak Dijelajahi
15 Tempat Wisata di Pulau Siau Sulawesi Utara, Surga Tersembunyi yang Belum Banyak Dijelajahi

Pernah dengar pulau yang punya pantai berair panas dan gunung api yang tak pernah tidur, tapi belum ramai turis? Pulau Siau jawabannya.

Terletak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Pulau Siau menyimpan setidaknya 15 destinasi wisata yang masih sangat alami. Mulai dari Gunung Karangetang yang menyala di malam hari, Pantai Temboko Lehi dengan fenomena air panas vulkanik, hingga Danau Kapeta yang menjadi satu-satunya habitat primata endemik Tarsius Tumpara.

Sayangnya, banyak traveler yang belum tahu keberadaan pulau ini karena popularitasnya masih kalah jauh dari Bunaken. Padahal berdasarkan data situs resmi destinasi.sitarokab.go.id, potensi pariwisata di Kepulauan Sitaro terus dikembangkan dan mulai menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Italia dan Perancis.

Nah, untuk yang sedang merencanakan liburan ke Sulawesi Utara di tahun 2026, simak panduan lengkap dari dispsiau.org berikut ini tentang 15 tempat wisata terbaik di Pulau Siau beserta tips, estimasi biaya, dan akses transportasinya.

Sekilas Pulau Siau, Permata di Kabupaten Sitaro

Sekilas Pulau Siau, Permata di Kabupaten Sitaro

Pulau Siau adalah pulau terbesar sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Nama SITARO sendiri merupakan akronim dari tiga pulau utama, yaitu Siau, Tagulandang, dan Biaro.

Selain dikenal sebagai penghasil pala berkualitas terbaik di dunia, pulau ini juga menyimpan kekayaan alam luar biasa. Gunung api aktif, pantai berpasir putih, danau tersembunyi, hingga habitat satwa endemik langka, semuanya ada di satu pulau kecil ini.

Jarak tempuh dari Manado ke Pulau Siau sekitar 4 jam menggunakan kapal cepat melalui Pelabuhan Manado. Infrastruktur wisata memang masih terus berkembang, tapi justru itulah yang membuat suasananya tetap asli dan jauh dari kesan wisata massal.

15 Destinasi Wisata Terbaik di Pulau Siau

Berikut daftar lengkap 15 tempat wisata yang layak masuk itinerary saat berkunjung ke Pulau Siau.

1. Gunung Karangetang (Api Siau)

Gunung Karangetang berdiri setinggi 1.827 mdpl dan merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dengan lebih dari 40 kali erupsi sejak 1675. Pada malam hari, pijar lava dari kawahnya terlihat jelas dari berbagai titik di pulau, menciptakan pemandangan dramatis yang jarang ditemui di tempat lain.

Beberapa rute pendakian tersedia, mulai dari Kampung Dompase (558 mdpl) yang memiliki Pos Vulkanologi, hingga jalur Dame yang populer untuk foto sunrise. Perlu diperhatikan, status gunung ini bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan rekomendasi PVMBG, jadi selalu cek kondisi terkini sebelum berencana mendaki.

Baca Juga:  Sejarah Pulau Siau: Pulau Kecil di Sulawesi Utara yang Pernah Mengguncang Laut Sulawesi

2. Pantai Mahoro

Pantai Mahoro terletak di Pulau Mahoro, pulau kecil tak berpenghuni yang bisa dijangkau sekitar 45 menit dengan speed boat dari Pelabuhan Ulu Siau. Hanya berjarak 3 meter dari bibir pantai dan kedalaman 1 meter, terumbu karang warna-warni sudah terlihat jelas.

Spot ini menjadi favorit wisatawan mancanegara untuk diving dan snorkeling. Dilansir dari Kompas.com, Pantai Mahoro termasuk salah satu dari 7 destinasi utama di Sitaro yang wajib dikunjungi.

3. Danau Kapeta dan Habitat Tarsius Tumpara

Danau Kapeta adalah danau kecil di wilayah Kampung Mburake yang dikelilingi hutan tropis lebat. Selain menjadi sumber air bagi penduduk sekitar, danau ini adalah satu-satunya habitat alami Tarsius Tumpara, primata endemik Pulau Siau berukuran hanya sekitar 10 cm.

Suasananya sejuk dan sangat cocok untuk trekking ringan sambil mengamati satwa nokturnal langka ini.

4. Pantai Temboko Lehi (Pantai Air Panas)

Ini dia destinasi paling unik di Pulau Siau. Pantai Temboko Lehi memiliki air laut bersuhu panas karena lokasinya tepat di kaki Gunung Karangetang yang masih aktif.

Air pantainya tidak asin dan tidak ada biota laut yang hidup di sana. Di pinggir pantai tersedia bak pemandian alami yang sudah digunakan penduduk lokal sejak lama untuk berendam.

5. Pantai Tanganga

Berlokasi di Desa Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Pantai Tanganga menyuguhkan hamparan pasir putih kekuningan dengan air laut biru jernih. Ombaknya tenang, sehingga cukup aman untuk berenang.

Pepohonan rindang di sekitar pantai menambah kenyamanan, dan yang menarik, tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi tempat ini.

6. Pulau Makalehi dan Danau Cinta

Pulau Makalehi adalah pulau terluar Indonesia di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Filipina. Di tengah pulau ini terdapat Danau Cinta (Heart Lake), sebuah danau berbentuk hati yang sangat instagramable.

Selain danau, di salah satu sisi pulau juga terdapat goa tebing bersejarah. Perjalanan ke Makalehi membutuhkan speed boat dari Ulu Siau.

7. Balirangeng dan Patung Yesus

Balirangeng adalah sebuah desa di Kecamatan Siau Timur Selatan yang menawarkan panorama laut dan pulau-pulau kecil dari ketinggian. Di bukit ini berdiri Patung Yesus berukuran besar yang menghadap ke laut.

Dari titik ini, Gunung Karangetang juga terlihat sangat jelas, menjadikannya salah satu spot foto terbaik di Pulau Siau.

8. Pantai Kalihiang

Pantai berpasir putih ini terletak di Kecamatan Siau Timur Selatan, sekitar 45 sampai 60 menit dari Ulu Siau. Lanskap pantainya sangat indah dengan latar belakang Gunung Karangetang dan deretan pulau kecil di kejauhan.

Baca Juga:  Sejarah Pulau Siau: Pulau Kecil di Sulawesi Utara yang Pernah Mengguncang Laut Sulawesi

9. Pulau Manupitaeng

Pulau Manupitaeng memiliki dua pantai cantik sekaligus, yaitu Pantai Masare di sisi kanan dan Pantai Manupitaeng di sisi kiri. Perjalanan dari Pelabuhan Pasar Ikan Ulu Siau membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 45 menit dengan speed boat.

10. Puncak Laine

Puncak Laine menjadi salah satu destinasi wisata alam yang mulai populer di Sitaro. Dari puncak ini, pemandangan laut dan perbukitan hijau Pulau Siau tersaji dengan sangat memanjakan mata.

11. Nggahusa Hill

Terletak di Desa Beong, Kecamatan Siau Tengah, Nggahusa Hill menawarkan jalur trekking ringan menuju puncak bukit dengan pemandangan luar biasa. Desa Beong sendiri terdaftar sebagai Desa Wisata pada platform Jadesta milik Kemenparekraf.

12. Akesio (Mata Air 9 Bidadari)

Masih di kawasan Desa Beong, Akesio adalah mata air alami yang dikenal dengan sebutan Mata Air 9 Bidadari. Airnya jernih dan segar, dikelilingi vegetasi hutan yang masih sangat asri.

13. Tugu I Love Sitaro

Landmark ikonik ini terletak di Desa Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur, tepat di tepi pantai dan jalan utama. Selain jadi spot foto wajib, dari tugu ini bisa menikmati pemandangan kota Sitaro dengan latar gunung dan lautan.

14. Pulau Pahepa

Pulau Pahepa merupakan bagian dari Cluster Buhias dan masih termasuk kawasan Pulau Mahoro. Air lautnya yang sangat jernih menjadikan pulau ini salah satu spot snorkeling terbaik di Kepulauan Sitaro.

15. Makam Raja Lokombanua

Bagi yang tertarik wisata sejarah, Makam Raja Lokombanua di Kampung Paseng adalah situs bersejarah dari era Kerajaan Siau. Makam raja pertama Siau ini menjadi saksi bisu peradaban Nusa Utara yang kaya budaya.

Tips Perjalanan ke Pulau Siau di 2026

Beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat ke Pulau Siau:

  • Cek status Gunung Karangetang melalui situs resmi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) sebelum berangkat
  • Bawa obat-obatan pribadi karena fasilitas kesehatan di pulau masih terbatas
  • Siapkan uang tunai secukupnya, karena ATM dan pembayaran digital belum tersedia merata
  • Gunakan pemandu lokal bersertifikat jika berencana mendaki Gunung Karangetang
  • Waktu terbaik berkunjung adalah bulan April sampai Oktober saat cuaca relatif cerah dan laut tenang

Estimasi Biaya Wisata ke Pulau Siau 2026

Berikut gambaran umum biaya yang perlu disiapkan untuk perjalanan ke Pulau Siau. Nominal ini bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai kebijakan operator serta kondisi lapangan terbaru.

Baca Juga:  Sejarah Pulau Siau: Pulau Kecil di Sulawesi Utara yang Pernah Mengguncang Laut Sulawesi
Komponen Biaya Estimasi (Rp) Keterangan
Kapal Cepat Manado – Siau 150.000 – 250.000 Sekali jalan, kelas ekonomi
Penginapan per malam 200.000 – 500.000 Losmen/homestay lokal
Sewa Speed Boat (Mahoro/Makalehi) 500.000 – 1.500.000 Tergantung tujuan dan negosiasi
Pemandu Lokal (Gunung Karangetang) 350.000 – 1.400.000 Termasuk tim pendamping
Makan per hari 50.000 – 100.000 Warung lokal, 3x makan
Ojek lokal per trip 20.000 – 50.000 Transportasi antar destinasi darat

Jadi, total estimasi untuk trip 3 hari 2 malam ke Pulau Siau berkisar antara Rp1.500.000 sampai Rp4.000.000 per orang, tergantung pilihan aktivitas dan akomodasi.

Akses Transportasi dari Manado ke Pulau Siau

Rute utama menuju Pulau Siau dimulai dari Pelabuhan Manado. Berikut pilihan transportasi laut yang tersedia:

  1. Kapal Cepat (Speed Boat) berangkat setiap hari dari Pelabuhan Manado dengan waktu tempuh sekitar 4 jam langsung ke Pelabuhan Ulu Siau
  2. Kapal Penumpang Reguler tersedia dengan waktu tempuh lebih lama, namun tarif lebih terjangkau
  3. Rute Transit via Tagulandang membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Manado, kemudian lanjut ke Siau

Sebelum berangkat, pastikan mengecek jadwal keberangkatan kapal karena bisa berubah tergantung kondisi cuaca dan gelombang laut. Informasi jadwal bisa ditanyakan langsung di loket Pelabuhan Manado atau menghubungi Dinas Perhubungan Kabupaten Sitaro.

Penutup

Pulau Siau memang belum seterkenal Bunaken atau Raja Ampat, tapi justru itulah daya tarik utamanya. Suasana yang masih alami, keramahan penduduk lokal, dan keunikan destinasi seperti pantai air panas serta habitat Tarsius Tumpara menjadikan pulau ini layak masuk bucket list wisata 2026.

Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Sitaro dan berbagai sumber media terpercaya. Namun, harga, jadwal, serta status keamanan destinasi (terutama Gunung Karangetang) dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah daerah dan kondisi alam terkini. Selalu lakukan konfirmasi ulang sebelum berangkat.

Semoga panduan ini bermanfaat untuk merencanakan petualangan ke Pulau Siau. Terima kasih sudah membaca, dan semoga perjalanannya lancar serta berkesan!

Hadiyansyah
Penulis at Disp Media 
 [email protected]

Hadiyansyah adalah Penulis di Dispsiau.org yang meliput berita ekonomi dan perkembangan UMKM di Pulau Siau. Ia fokus mengangkat kisah pelaku usaha lokal.

Related Post